Thursday, April 20, 2017


Hadirin jamaah Jum’at Rahimakumullah

Adapun salah satu di antara tanda terpenting bagi ketaqwaan kita adalah shalat kita. Apakah kita sudah rajin shalat sesuai yang diperintahkan? Apakah kita sudah melaksanakan shalat-shalat sunnah sebagai penyempurna bagi kekurangan-kekurangan kita ketika mendirikan shalat fardhu? Apakah sholat kita sudah khusyu’ apa belum?

Bulan ini (Rojab) adalah bulan dimana Rasulullah menerima perintah sholat. perintah shalat diterima oleh Rasululah SAW ketika menunaikan Isra’ mi’raj. Bahwa Nabi Muhammad naik menuju Sidratul Muntaha dan bertemu secara langsung dengan Allah SWT. Pada saat inilah Rasulullah mendapat perintah baginya beserta seluruh ummatnya, berupa shalat 50 kali sehari yang kemudian dikurangkan hingga menjadi lima kali.

Pewahyuannya yang secara langsung ini menjadikan shalat diyakini oleh para ulama sebagai sebuah ibadah yang memiliki keistimewaan-keistimewaan tertentu. Dari segi penerimaan, sholat sudah istimewa. Benar kalau nabi mengatakan. Inna masala sholati fiddin kamasali ro’si fil jasad. “Kedudukan sholat dalam agama sama dengan kedudukan kepala dalam anggota manusia.” Kita yakin manusia tidak punya sebelah tangan mungkin masih bisa hidup. Manusia tidak punya sebelah kaki barangkali masih bisa hidup. Tapi manusia tak kan bisa hidup tanpa kepala. Begitulah kita lihat kedudukan sholat ini didalam agama. Begitu pentingnya, sampai untuk menerima perintah sholat Allah langsung memanggil Nabi Muhammad SAW.

Shalat adalah ibadah yang pertama kali akan ditimbang kelak dihari pembalasan. Jika seorang hamba baik shalatnya maka tentu menjadi baik pulalah seluruh amal perbuatannya. Sebaliknya, jika seorang hamba jelek shalatnya, maka berarti buruk pulalah seluruh hidupnya.

Namun, salah satu yang menjadi perselisihan dalam masalah sholat adalah khusyu'. Ilmu fiqh, khusyu' tidak disyaratkan. Namun, ilmu tasawuf / ahli tasawuf, khusyu' disyaratkan.

Memang tidak ada ayat yang secara tegas mengharuskan khusyu'. Namun, perintah Allah tidak harus selalu dalam bentuk perintah. Bisa juga dalam bentuk pujian. Sebagaimana yang telah difirmankanNya dalam QS. Al-Mu'minun 1-2 .

قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١ ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي صَلَاتِهِمۡ خَٰشِعُونَ ٢
Artinya: "Sesungguhnya telah beruntunglah orang-orang beriman, yaitu mereka yang khusyu' dalam sholat mereka."

Menurut ayat ini, Allah mengisyaratkan bahwa khusyu' diperintahkan dan merupakan salah satu syarat memperoleh kebahagiaan. Begitu juga dalam QS. Al-Ma'un Allah mengecam mereka yang lalai dalam shalatnya. Ini juga bisa diartikan perintah untuk khusyu'. Khusyu' dari segi bahasa berarti ketenangan/diam. Atau penyerahan sepenuh hati sehingga dapat mengabaikan yang selainnya. Walaupun dalam ilmu fiqh, khusyu' bukan menjadi rukun atau syarat tetapi ilmu fiqh melatih untuk khusyu'. Seperti mata memandang kearah tempat sujud, tidak boleh banyak bergerak dan hanya dibatasi 3 gerakan.

Hanya saja, untuk mencapai kekhusyuan dalam shalat itu  sangat berat sekali. Ini karena Iblis telah bertekad bulat untuk berusaha menggoda dan menyesatkan manusia, seperti yang terungkap dalam al-Quran

ثُمَّ لَأٓتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيهِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَعَنۡ أَيۡمَٰنِهِمۡ وَعَن شَمَآئِلِهِمۡۖ

"Kemudian saya (Iblis) akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang, dari kanan dan kiri mereka." (Al-A’rof : 17)

Dengan demikian, tipu daya Iblis yang paling hebat adalah berusaha memalingkan kekhusyuan umat yang tengah shalat dengan mempergunakan segala macam cara dan sarana. Disamping ia juga berusaha keras untuk menaburkan perasaan was-was ke dalam hati umat Islam ketika shalat. Dengan begitu, mereka tidak dapat lagi merasakan nikmatnya ibadah shalat disamping tidak akan mendapatkan pahala dari Allah.

Betapa banyak manusia yang tergoda oleh tipuan setan sehingga dalam melakukan shalatnya tidak lagi dapat berkonsentrasi (khusyu'). Bahkan khusyu' dalam shalat meupakan perkara yang pertama kali dicabut oleh Allah dari permukaan bumi, padahal kita kini hidup pada akhir zaman. Keadaan ini sesuai dengan apa yang diutarakan oleh Hudzaifah Radhiyallhu 'anhu: "Mula-mua sesuatu yang kamu kehilangan dari agamamu adalah kekhusyuan. Sedangkan yang terakhirnya adalah shalat. Mungkin seseorang yang mengerjakan shalat, tetapi tidak mendapat kebaikan. Hampir-hampir kamu masuk masjid, tetapi tidak kamu jumpai orang-orang yang shalat dengan khusyu'."

Kewajiban shalat dan khusyu' yang ditetapkan Allah dapat diibaratkan orang mendatangi pameran lukisan. Ada 3 sikap orang yang mendatangi pameran.

Ada yang hadir tanpa mengerti sedikit pun, apalagi menikmati lukisan. Ada yang hadir tidak mengerti tentang seni lukis tapi berusaha mengerti dan mempelajarinya. Ada juga yang sudah mengerti dan memahami seni lukis sehingga ia bisa menikmati dan terpukau dengan keindahan lukisan sampai-sampai ia tidak menyadari apa yang terjadi di sekelilingnya. Bahkan ia tidak merasakan senggolan orang sekitarnya.

Dalam hal contoh di atas orang yang mengundang pasti akan merasa senang atas kehadirannya. Karena yang diundang datang menghormati undangannya. Tetapi pengundang pasti akan lebih senang lagi jika yang diundang akan bertanya dan belajar tentang lukisan yang dipamerkan. Tentunya pengundang akan sangat senang jika yang diundang bisa menikmati dan larut dalam keindahan lukisan. Yang perlu diingat adalah jangan sampai tidak menghadiri undangan dengan alasan apapun. Karena itu berarti melecehkan si pengundang.
Begitulah ibaratnya orang yang sholat dan tingkatan khusyu'. Ada yang sholat tapi tidak khusyu'. Ada yang sholat, tidak bisa khusyu' tapi berusaha untuk khusyu' dan sholat bisa khusyu' sehingga disenggol saja tidak tahu. Seperti khusyu'nya sahabat Ali bin Abi Thalib ketika anggota badannya ada yang terkena panah saat perang. Minta para sahabat untuk mencabut panah yang tertancap tersebut ketika sedang sholat. Karena dalam kondisi sholat beliau khusyu' menghadap Allah sehingga tidak terasa jika panah tersebut telah dicabut.

Dalam QS. Al-Baqoroh 45 Allah berfirman.

وَٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَٰشِعِينَ ٤٥

Artinya: "Mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhnya ia berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu' "

Maksudnya, dalam menghadapi hidup ini kesabaran dan sholat merupakan dua kunci untuk meraih sukses. Dan keduanya tidak mudah dilakukan kecuali bagi orang yang khusyu'.

Dua hal tersebut, sholat dan sabar tidak bisa dipisahkan. sabar dan sholat harus menyatu pada diri manusia. Ketika bersabar harus sholat dan berdoa. Ketika sholat/berdoa harus sabar. Keduanya akan sempurna jika telah khusyu'.

Shalat apabila dihiasi dengan khusyu' dalam perkataan, gerakannya dihiasi kerendahan, ketulusan, pengagungan, maka sholat bisa menahan pelakunya dari perbuatan keji dan munkar. Dengan khusyu', bertambahlah munajatnya pada Allah, demikian pula Allah akan mendekat padanya. Sebagaimana sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i Rasulullah bersabda, "Allah senantiasa menghadap hambaNya didalam shalatnya. Selama hamba tersebut tidak berpaling. Apabila dia memalingkan wajahnya, maka Allah pun berpaling darinya."

Lantas bagaimana agar kita meraih khusyu'? Ayat selanjutnya (al-Baqoroh 46) Allah menyatakan.
 ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ وَأَنَّهُمۡ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ ٤٦
"(Yaitu) orang-orang yang menduga keras bahwa mereka akan menemui Tuhan mereka dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya."

Jadi, khusyu' bisa diperoleh jika kita selalu membayangkan kematian. Ketika berdiri untuk sholat membayangkan disebelah kanan dan kiri adalah syurga dan neraka. Sedang dibelakang adalah malaikat maut yang siap mengambil ruh setelah selesai sholat dan di arah depan membayangkan kebesaran Allah. Insya Allah bisa khusyu'. Minimal khusyu' ketika takbirotul ihrom.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment

www.iwanhafidz.com

There was an error in this gadget

Followers

Total Pageviews

KOMEN

H. Iwan Hafidz Zaini, S.HI

Berfikirlah..
Terhadap jawaban yang kita temukan itu RAGUKANLAH..Dan berfikirlah seluas-luasnya...
Kebenaran tidak akan pernah merendahkan atau menghinakan orang yang mencapainya. Namun justru mengagungkan dan menghormatinya...

Sukai Halaman ini

Beli Buku Online

Toko Buku Online Belbuk.com

Tweet

Popular Posts

Komen Via FB